Menulislah, Sebelum Menulis Itu Dilarang


Kalau anda ingin mengungkapkan sesuatu yang sedang berkecamuk di uneg-uneg atau pikiran Anda, dan anda tidak ada keberanian untuk mengungkapkannya atau anda merasa kesulitan apabila diungkapkan dengan perkataan, cara terbaik yang bisa anda lakukan adalah dengan cara menuliskannya.

Menulis sejatinya adalah salah satu bentuk tekstualisasi dari apa yang ada di dalam pikiran kita yang sebelumnya selalu berkecamuk di pikiran dan sulit untuk dikeluarkan, bisa jadi karena tidak berani untuk mengeluarkannya. contohnya seorang suami yang takut mengungkapkan isi hatinya ketika ia ingin berpoligami, untuk mengutarakan keinginan, maksud dan tujuan adalah dengan menggunakan perantara menulis, yang sudah tertentu menulis hal-hal yang berhubungan dengan poligami, pahala istri yang mengizinkan suaminya untuk poligami, dosa dosa istri yang melarang suaminya berpoligami, manfaat poligami dan lain sebagainya.

Begitu juga dengan seorang istri yang tak ingin dimadu atau dipoligami oleh suaminya, akan tetapi ia tidak berani untuk melarang suami menghentikan keinginannya, maka cara terbaik adalah dengan menuliskan ancaman seseorang yang berlaku tidak adil kepada istri-istrinya ketika berpoligami, ketentuan adil dalam berpoligami, dan lain sebagainya Yang intinya menakut-nakuti atau membuat suami berpikir ulang untuk melakukan poligami.

Menulis itu bebas, ketika anda ingin menulis dan tulisan anda tidak terkait dengan pasar atau permintaan, maka anda bebas menulis, menulis apapun, kapanpun dan dimanapun, terserah anda.

Perlu diingat, ada Manfaat menulis yang justru banyak orang yang tidak memikirkan hal itu, yaitu Tulisan yang  pernah anda tulis selamanya akan terukir dan akan terus dibaca oleh generasi berikutnya, sekalipun anda sudah tiada, namun tektualisasi dari hasil pikiran anda akan terus ada dan di baca, apapun jenis tulisannya, tulisan itu akan memberikan gambaran kemajuan pada masa-masa penulisan tersebut ditulis, atau bisa mengabarkan keadaan masa-masa saat tulisan itu ditulis, semuanya terekam dan terus dibaca oleh generasi berikutnya.

Biasanya, yang sering menjadi objek sasaran penulisan adalah penguasa, karena di sanalah segala kebijakan bermuara, baik itu ekonomi, keamanan, hukum, pertahanan, politik, dan lain sebagainya. Sehingga rakyat yang tidak berani menyatakan pendapat dan kritikannya sering kali mereka meluapkan pendapat dan kritikannya dengan melalui tulisan. 

Sekarang ini, di era media sosial via-internet sudah bertebaran di mana-mana, menulis dan mengutarakan kritik dan pendapat sudah tidak lagi sulit. Masyarakat bisa mengutarakan pendapat dan kritiknya terhadap kebijakan pemerintah, mengutarakan kritik dan pendapat terhadap pemerintah tetap dijamin dan dilindungi oleh undang-undang sebagai bentuk kebebasan berpendapat. Kalau di kemudian hari pemerintah membatasi penggunaan akses media sosial, hal itu tidak lain adalah bentuk kepanikan pemerintah kepada rakyatnya.

So... menulislah, Jangan takut menulis, sekalipun tulisan itu tidak disukai oleh pembaca dan penguasa, akan tetapi, di tempat dan di sisi yang lain, akan ada orang yang menyukai dan mencintai tulisan anda.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Backlink : Beberapa Alasan Mengenai Pentingnya Backlink

Membuat Tag Video YouTube Secara Otomatis

Strategi SEO Praktis Untuk Meningkatkan Pengunjung dan Traffic Website